DreamsAstrology >> Astrologi dan Mimpi >  >> Perbintangan >> Horoskop

10 Takhayul Pohon Natal yang Tidak Biasa yang Belum Anda Ketahui

Pohon Natal terasa akrab dan nyaman. Lampu, ornamen, aroma pinus memenuhi ruangan. Namun di balik tradisi nyaman ini terdapat daftar panjang kepercayaan dan takhayul lama yang pernah membentuk cara orang memilih, mendekorasi, dan bahkan berbicara dengan pohon mereka.

Jauh sebelum pohon Natal menjadi hiasan, pohon itu membawa makna, aturan, dan ketakutan yang cukup besar. Berikut ini sepuluh takhayul pohon Natal yang jarang diketahui orang, namun dulunya jauh lebih penting daripada di mana Anda meletakkan bintangnya.

Evergreen Pernah Dilihat sebagai Simbol Kelangsungan Hidup yang Hidup

Sebelum Natal ada, pohon cemara memainkan peran utama dalam ritual musim dingin. Budaya pagan percaya bahwa pohon-pohon ini tetap hidup ketika segala sesuatu tampak mati. Jarum hijaunya melambangkan ketahanan dan pembaruan selama bulan-bulan tergelap.

Druid menghiasi pohon dengan buah-buahan dan lilin untuk mendorong kembalinya matahari. Suku-suku Jermanik menggantungkan persembahan untuk roh hutan, dan orang-orang Romawi menyalakan pohon cemara selama Saturnalia untuk menghormati Saturnus dan menyambut hari-hari yang lebih panjang.

Ketika agama Kristen menyebar, pohon-pohon yang sama ditafsirkan kembali sebagai simbol kehidupan abadi, perlahan-lahan menjadi bagian dari perayaan Natal dan bukannya digantikan oleh pohon-pohon tersebut.

Membawa Pohon ke Dalam Ruangan Dapat Mengundang Roh

10 Takhayul Pohon Natal yang Tidak Biasa yang Belum Anda Ketahui

Selama berabad-abad, orang-orang percaya bahwa menebang pohon dan membawanya ke dalam rumah berarti lebih dari sekadar mengangkut dahan. Cerita rakyat memperingatkan bahwa roh hutan, orang adil, atau makhluk nakal dapat mengikuti pohon itu ke dalam.

Untuk mencegah hal ini, keluarga akan membenturkan bagasi ke tanah beberapa kali sebelum membawanya melewati pintu. Hal ini dianggap dapat melepaskan keterikatan yang tidak diinginkan.

Di beberapa daerah, orang-orang mengucapkan kalimat perlindungan atau menghindari keheningan selama proses tersebut, karena percaya bahwa roh akan lebih mungkin mengikuti jika pohon memasuki rumah dengan tenang.

Beberapa Orang Percaya Pohon Itu Sendiri Hidup Dengan Energi

Kepercayaan lain menyatakan bahwa roh tinggal di dalam pohon cemara itu sendiri. Menebangnya tanpa sepengetahuan dianggap tidak sopan.

Untuk menyeimbangkan hal ini, orang-orang menaruh makanan, roti, atau manisan di bawah pohon sebagai persembahan. Ini bukan hadiah untuk anak-anak, tapi isyarat simbolis yang dimaksudkan untuk menenangkan kehadiran apa pun yang dibawa pohon itu.

Di beberapa bagian Jerman, dekorasi kurang dipandang sebagai hiasan dan lebih dianggap sebagai hiburan.

Dekorasi Harus Mengikuti Urutan Tertentu

Pemangkasan pohon dilakukan mengikuti aturan yang ditanggapi dengan serius.

Mendekorasi dari bawah ke atas dipercaya dapat mendorong peningkatan rejeki dan kesuksesan. Dimulai dari atas terlebih dahulu melambangkan kerugian atau kemunduran di tahun yang akan datang.

Beberapa keluarga menolak mendekorasi setelah matahari terbenam, percaya bahwa pohon yang belum selesai akan mengundang kemalangan dalam semalam.

Pohon Setengah Hias Dianggap Membawa Sial

Membiarkan pohon yang sebagian dihias semalaman dipandang berisiko. Bahkan menempatkan satu hiasan pun sebelum berhenti dianggap dapat melindungi rumah tangga hingga pekerjaannya selesai.

Keyakinan tersebut berasal dari gagasan bahwa pohon yang tidak lengkap mewakili niat yang belum selesai, yang dapat mempengaruhi tahun depan.

Jumlah Ornamen Dianggap Penting

Dalam beberapa tradisi, hiasan harus digantung dalam jumlah genap. Keseimbangan dan simetri dipercaya dapat membantu menjaga keharmonisan dalam rumah.

Ornamen merah sangat penting, karena merah melambangkan perlindungan, vitalitas, dan kemakmuran. Terlalu banyak warna yang tidak serasi diyakini akan menimbulkan ketidakseimbangan.

Menghias Bagian Atas Pohon Pernah Dihindari

Saat ini, puncak pohon menjadi pusatnya. Namun dalam cerita rakyat lama, bagian atasnya sering dibiarkan telanjang.

Menempatkan dekorasi di titik tertinggi dianggap menyinggung roh yang berhubungan dengan pohon, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit atau kesulitan keuangan. Baru kemudian bintang dan malaikat menggantikan keyakinan tersebut.

Pohon Buatan Pernah Dilihat Dengan Curiga

10 Takhayul Pohon Natal yang Tidak Biasa yang Belum Anda Ketahui

Ketika pohon buatan pertama kali muncul, banyak orang yang tidak mempercayainya. Mereka dianggap tidak bernyawa dan kurang memiliki kualitas perlindungan.

Kepercayaan lama menegaskan bahwa hanya pohon cemara asli yang dapat menjaga rumah tangga melewati musim dingin. Tanpa pohon hidup, beberapa orang khawatir rumahnya akan lebih terkena musibah.

Bahkan saat ini, tradisi Feng Shui sering menggambarkan tanaman buatan sebagai tanaman yang stagnan dibandingkan dengan tanaman hidup, sehingga memperkuat ketidaknyamanan lama ini dengan adanya pohon tiruan.

Menebang Pohon Terlalu Dini Dianggap Berisiko

Salah satu takhayul memperingatkan agar tidak menebang pohon itu sebelum Tahun Baru. Pohon tersebut dianggap menyimpan energi perayaan yang melindungi rumah tangga seiring pergantian tahun.

Menghapusnya terlalu cepat diyakini akan memutus momentum tersebut sebelum benar-benar terbawa ke tahun baru.

Meninggalkan Pohon Terlalu Lama Juga Merupakan Nasib Buruk

Di sisi lain, memelihara pohon terlalu lama juga tidak disukai. Dalam banyak tradisi Eropa, pepohonan hanya dimaksudkan untuk bertahan selama periode titik balik matahari.

Malam Kedua Belas, 5 Januari, menjadi batas waktu tradisional. Setelah itu, peran pohon sebagai pelindung diyakini akan memudar, dan jika dibiarkan akan menimbulkan ketidakseimbangan.

Menurut cerita rakyat, waktu teraman adalah menebang pohon antara tanggal 5 dan 15 Januari.

Tradisi yang Dibalut Kepercayaan Lama

Kebanyakan orang tidak lagi khawatir tentang roh pohon atau nomor hiasan, namun takhayul ini menjelaskan mengapa pohon Natal dulunya hadir dengan begitu banyak aturan. Apa yang tampak seperti dekorasi saat ini dulunya merupakan ritual hati-hati yang terkait dengan perlindungan, keseimbangan, dan kelangsungan hidup selama musim dingin.

Jadi saat Anda mendekorasi pohon, Anda tidak sekadar melanjutkan kebiasaan liburan. Anda berpartisipasi dalam tradisi yang dipenuhi keyakinan, ketakutan, harapan, dan simbolisme selama berabad-abad.

Entah Anda mengikutinya atau tidak, itu menambah sedikit sejarah pada kerlap-kerlip lampu itu.


Horoskop
  1. Saturnus/Neptunus dan “Perburuan Penyihir”

  2. Imam Besar di Sekte Mars

  3. Sun Conjunct Jupiter:Taburkan Sihir

  4. Selamat Bhai Dooj 2019:Tipe Adik Anda Menurut Zodiak Anda

  5. Transit Besar Selama 10 Hari Berikutnya!

  6. Bagaimana kamu memakan se ekor gajah?

  7. Apa situs web yang bagus untuk membaca Astrologi Veda?

  8. Mars Mendarat di Horoskop Anda!

  9. Bintang 1 Januari – 15